Breaking News

Strategi PLC Yaman Tegakkan Kedaulatan di Seluruh Negeri


Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman atau PLC mulai menjalankan langkah-langkah bertahap untuk mengonsolidasikan kendali penuh atas Aden sebagai ibu kota sementara negara. Strategi ini diposisikan sebagai bagian dari restrukturisasi menyeluruh sektor militer dan keamanan nasional.

Langkah awal yang ditempuh PLC adalah menegaskan satu rantai komando tunggal. Seluruh pasukan dan milisi bersenjata di Yaman diminta tunduk atau bergabung langsung ke dalam struktur Kementerian Pertahanan dan institusi militer resmi negara.

Kebijakan ini tidak hanya menyasar pasukan besar, tetapi juga mencakup kekuatan bersenjata berbasis suku. Pasukan suku di Shabwa, Abyan, dan wilayah sekitarnya diminta untuk meninggalkan struktur independen dan masuk ke dalam komando negara.

Pendekatan tersebut bertujuan mengakhiri fragmentasi militer yang selama ini melemahkan otoritas pemerintah pusat. PLC menilai keberadaan pasukan di luar komando resmi menjadi sumber utama instabilitas keamanan.

Dalam tahap berikutnya, PLC mendorong penggabungan pasukan pimpinan Tareq Saleh ke dalam struktur militer nasional. Langkah ini dipandang sebagai upaya menyatukan kekuatan yang selama ini berjalan paralel dengan pemerintah.

Pada saat yang sama, anggota-anggota Dewan Transisi Selatan atau STC juga diberi ruang untuk bergabung secara individual ke dalam institusi militer dan keamanan negara. Namun penggabungan ini dilakukan dengan syarat pelepasan loyalitas milisi.

PLC menegaskan bahwa proses integrasi bersifat institusional, bukan politik praktis. Siapa pun yang bergabung harus tunduk pada hukum militer dan struktur komando resmi tanpa kecuali.

Setelah tahap integrasi pasukan di wilayah luar Aden berjalan, fokus diarahkan langsung ke ibu kota sementara tersebut. Aden dipandang sebagai pusat simbolik dan strategis yang harus sepenuhnya berada di bawah kendali negara.

Langkah terakhir mencakup penanganan milisi yang masih bertahan di dalam Aden dan menolak bergabung. PLC menilai keberadaan kelompok bersenjata di luar negara di jantung pemerintahan sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas.

Dalam skema ini, STC diproyeksikan akan tetap eksis, namun hanya sebagai organisasi kemasyarakatan dan kekuatan politik. Statusnya tidak lagi mencakup kepemilikan atau pengendalian milisi bersenjata.

Sejalan dengan itu, sumber politik dan militer mengungkap adanya rencana yang didukung Arab Saudi untuk mengamankan Aden dan membongkar kekuatan bersenjata STC. Rencana ini disebut disusun secara bertahap dan terukur.

Menurut sumber tersebut, Saudi mendorong pasukan STC, Brigade Al-Amaliqa, dan pasukan Tareq Saleh untuk masuk di bawah Kementerian Pertahanan Yaman. Tekanan ini dibarengi dengan langkah finansial dan administratif.

Saudi disebut akan memberlakukan pengawasan ketat terhadap bank dan perusahaan penukaran uang. Tujuannya untuk mencegah aliran dana atau dukungan militer dari Uni Emirat Arab kepada pasukan di luar komando pemerintah.

Dengan kebijakan ini, pasukan STC dihadapkan pada dua pilihan. Mereka diminta bergabung secara resmi dan mematuhi perintah komando yang didukung Saudi, atau menghadapi pembusukan internal akibat terhentinya gaji.

Sumber-sumber tersebut menyebut bahwa keterlambatan atau penghentian gaji berpotensi memicu pembelotan individu. Personel diperkirakan akan bergabung secara perorangan ke dalam unit militer yang dibiayai Saudi.

Selain tekanan militer, STC juga disebut akan kehilangan sumber pendapatan lokalnya. Seluruh pemasukan daerah akan ditarik ke bank sentral Yaman dengan dalih reformasi keuangan.

Langkah ini dinilai akan sangat memukul kemampuan STC mempertahankan struktur militernya. Tanpa sumber dana dan legitimasi, keberadaan milisi akan semakin sulit dipertahankan.

Rencana Saudi juga mencakup masuknya pasukan Dir‘ al-Watan atau Shield Forces ke Aden. Pasukan ini akan mengamankan fasilitas vital dengan alasan menjamin kepulangan pemerintah dan Ketua PLC Rashad al-Alimi.

Jika STC menolak langkah tersebut, opsi penggunaan kekuatan untuk menguasai kota disebut telah dipertimbangkan. Skenario ini disiapkan untuk memastikan kendali negara berjalan efektif.

Keberhasilan cepat pasukan yang loyal kepada Saudi dalam menguasai Hadramaut dan Al-Mahra turut memperkuat keyakinan langkah serupa dapat diterapkan di Aden.

Sumber-sumber memperkirakan hari-hari mendatang akan diwarnai perkembangan besar. Langkah militer dan politik diprediksi terus bergerak untuk mengakhiri pengaruh milisi dan mengonsolidasikan kekuasaan negara di selatan Yaman.